Selasa, 25 Oktober 2011

PLETON INTI SMPN 10 YK '012

KITA MULAI DARI PELATIH ...
mas chazbi sama mas arif.
mas arif sama mas binandi .
INI PENJURU BESAR KITA~

DEWI, DINDA, NILA :)

PENJURU KECIL KITA~

ANIS, DINA, SHELVI :)
INI ADA AKU JUGA, KEBETULAN JADI KOMANDAN :P

Minggu, 18 September 2011

Keonaran Martha


Embun di pucuk daun menetes dalam kebutaan pagi itu. Ayam belum mulai berkokok. Tetapi di suatu asrama, kehidupan pun dimulai dengan bangun mendahului kokok ayam.
Cepat sedikit mandinya, Shandy!” kata seorang anak yang berumur 14 tahun. Nampaknya ia sangat tergesa-gesa.
Iya tunggu sebentar… Baiklah akan kubukakan pintu,” jawab anak perempuan yang berada di dalam kamar mandi tersebut. Shandy pun segara keluar, tetapi tiba-tiba anak perempuan yang tergesa-gesa itu langsung cepat masuk. “Hey Martha! Ada apa denganmu?” teriak Shandy.
Ini urusanku Shan, aku buru-buru. Sudahlah!” Martha menjawab dengan marah-marah.
Shandy pun meninggalkan Martha, ia sempat bertanya pada teman sekamarnya Jenny,”Jen, apakah Martha ada masalah? Tadi dia tergesa-gesa dan marah-marah padaku, ada yang salah?”
Tadi kulihat kepala asrama memanggilnya, entahlah apa yang sedang terjadi padanya,” jawab Jenny sambil menaikkan bahunya.
Dalam hati Shandy berkata,”Ada apa sebenarnya dengan sobatku ini? Munginkah ia membuat keonaran lagi? Tapi tak mungkin, karena selama ini ia agak muram. Tetapi jika ia jenuh, ia selalu menjahili siapapun itu. Ahh bingung!!!”
Pagi itu juga Martha menemui kepala asrama. Shandy berjalan sendirian menuju kelas. Shandy begitu pendiam pada saat jam pelajaran pertama. Tak ada Martha, kelas begitu sunyi senyap.
Bel pelajaran ke dua berbunyi, disusul dengan suara ketukan pintu. Dan ternyata itu adalah Martha. Wajahnya tak menunjukkan ada suatu hal yang terjadi. Kulitnya yang sawo matang terlihat lucu saat ia meringis pada teman-teman. Sekelas tertawa melihat tingkah laku Martha. Shandy tak berani menanyakan hal tadi pagi padanya, ia takut menyinggungnya.
Pelajaran itu, Shandy tak pendiam karena Martha. Pergantian jam pun berlangsung. Saatnya pelajaran fisika. Shandy tau bahwa Martha benci fisika.
Hal apa yang akan kau lakukan pada Pak Antonius kali ini Martha?” tanya Shandy sambil meringis.
Lihat saja!” jawab Martha mengerdipkan salah satu matanya. Ia memberikan bedak pada kursi guru, sebelum Pak Antonius masuk. Begitu banyak bedak yang ia taburkan. Lalu ia mengoleskan lem pada penghapus papan tulis. Salah astu temannya mencorat-coret papan tulis, tujuannya adalah agar Pak Antonius menghapus papan tulis. Setelah rencana dijalankan, mereka cepat-cepat duduk manis dikursinya masing-masing.
Selamat pagi murid-murid,” sapa Pak Antonius yang sudah masuk kelas. Ia pun duduk, tanpa melihat pada kursinya.
Yes! Kena! Haha…” kata Martha sambil mengepalkan tinju di udara.
Mengapa papan tulis ini sangat kotor?” pikir guru fisika tersebut yang langsung mengambil penghapus papan tulis tersebut, dan dia pun mulai menghapus. Pak Antonius tak tahu jika pada celana bagian pantat, sudah terkena bubuk bedak. Anak-anak cekikikan ketika Pak Antonius menghapus papan tulis, karena membelakangi mereka. “Hai kalian! Ada yang salah pada saya? Ataukah ada yang lucu?” tanya Pak Antonius yang mendengar suara tawa kecil.
Mungkin Anda perlu merapikan sedikit rambut Anda, pak!” kata Martha yang berdiri sambil menyeringai.
Oh, begitu? Baiklah aku akan kembali beberapa saat, dan kalian jangan gaduh!” kata Pak Antonius. Ia berjalan cepat menuju kamar mandi. Tapi ia heran sendiri, ”Tunggu! Aku kan tak punya rambut! Aku botak! Begitu bodohnya aku dijahili anak berumur 14 tahun!” katanya di depan cermin. Saat ia mengangkat tangan kanannya dan meletakkan pada kepala botak tersebut, ia baru sadar jika ia masih memegang penghapus papan tulis. “Aaarrrgghh!” teriaknya. “Apa ini?! Mengapa tak bisa copot?!”
Akhirnya setelah 10 menit menghabiskan waktu di kamar mandi, Pak Antonius pun datang. “Ehm, siapa yang melakukan semua ini padaku?!” Hening di kelas. “Baiklah jika tidak ada yang mau mengakui, lanjutkan pelajaran!” kata Pak Antonius dengan Gerang.
Jam pelajaran fisika pun usai. Semua anak di setiap kelas keluar menuju kantin. Martha dan Shandy berjalan di lorong, dan melihat Jenny menuju ruang guru.
Apa yang dilakukan Jenny di sana?” tanya Shandy.
Entahlah, siapa peduli” jawab Martha dengan cuekdan santai. Mereka pun pergi makan bersama di kantin.
Sementara itu di ruang guru, Jenny rupanya menemui Pak Antonius. Ia mengatakan pada guru botak itu, “Permisi pak, sebenarnya aku tahu siapa murid yang melakukan hal memalukan tadi pak.”
Siapa?”
Martha Mclinner,”jawabnya singkat.
Anak itu lagi! Kali ini akan kulaporkan pada kepala asrama! Baiklah, terimakasih Nak, atas infonya.”
Saat pelajaran telah usai semua, tiba-tiba Martha dihampiri oleh Jenny. Ia terlihat senang sekali, “Martha kau dipanggil kepala asrama, sudah ditunggu di ruangannya,” setelah mengatakan itu, Jenny kembali ke kamarnya dengan senyuman aneh.
Di ruang kepala asrama, Martha disidang. Banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan kepada Martha. Disisi lain, walaupun Martha anak yang nakal tetapi ada juga sifat baiknya. Ia berani menanggung perbuatannya, dan ia memang mengakui perbuatannya. Ia mengaku salah.
Selesai menemui kepala asrama, ia menemui Jenny. “Hei! Kau, bodoh! Apa yang telah kauperbincangkan dengan para guru di ruang guru tadi?! KAu pikir aku tak tahu?!”
Itu masalahmu, Martha!” jawab Jenny sambil membelalakkan matanya. Tangannya berkacak pinggang.
Munafik!” kata Martha emosi, dan mendorongnya hingga jatuh.
Gawatnya, saat Martha mendorong Jenny ada salah satu guru yang melihatnya. Akhirnya mereka berdua dibawa ke ruang kepala asrama. Mereka disidang di sana. Tiba-tiba dari luar ada yang mengetuk pintu. Ternyata itu adalah orang tua Martha. Mereka sudah membawakan koper dan barang-barang milik Martha.
Tunggu! Ada apa ini? Mengapa kalian ada disini? Apa yang kalian lakukan dengan barang-barangku?” berbagai pertanyaan terlontar dari mulut Martha.
Maafkan kami Martha, kami terpaksa mengeluarkanmu dari asrama Canyon ini.” Kata suara lembut ibu kepala asrama.
Tetesan airmata dari Martha, membuat Jenny yang juga berada di ruangan itu iba. Jenny merasa bersalah. Ia mencoba minta maaf pada Martha.
Sudahlah! Ini masalahku! Urusanku! Tak perlu minta maaf Jenny! Terimakasih! Ibu kepala, terimakasih sudah mau mendidikku dengan sabar, selamat tinggal!” kata Martha sambil mengusap airmata yang berlinang-linang.
Hari itu adalah hari yang sangat panjang bagi Martha. Dimana ia memulainya dengan baik, dengan akhir yang begitu pedas. Ia tetap menjadi gadis yang tegar, walaupun semua tak sesuai keinginan.

Jumat, 17 Juni 2011

PENSI SMPN 10 2010/2011

Pensi oh pensi.
tanggal 15 Juni 2011
jam 09.00
pensi dimulai. Cling.Cling.Cling
Kita buka pensi dengan band dari kakak kelas "Heroic etc"
Dag.Dig.Dug. Aku takut banget pensinya bubrah. ckck..Yaah walaupun jamnya nggak sesuai sama jadwal yang kita buat(molor) pensi berjalan dengan sukses ;)
Aku nggak ngasih sambutan :( soalnya pas waktunya aku pulang ke rumah. Digantiin deh sama adek kelas, Husna.Akhirnya abis dari rumah se-jam, aku dateng lagi ke sekolah. Kata temen-temen waktu aku nggak ada, kan ada bagian band kakak kelas "Confuse" namanya. Waktu saatnya mereka tampil, eh salah satu personil dari mereka malah masih tidur, ckck.Huuuuuuuh untung aja acaranya tetep rame..hehe
Apalagi waktu bagian nge-dance perwakilan dari kelas 8a. Mereka nge-dance pake lagu dari Seven Icon-Playboy, haha gilaaaak gokil mameeen .Seru!!
Abis itu, disela-sela aksi dari siswa-siswa SMPN 10, ada juga gurunya yang nyanyi. Pak Herman ,guru fisika nyanyiin lagunya seventeen-jaga slalu hatimu Kereeeeeeeeeeen. Terus dilanjutin sama Pak Didik ,guru agama yang nyanyiin lagunya Yuni Shara-unknown wkwk geje, sama lagunya Gigi-11 Januari. Haha apik apik, mereka tu diiringin keyboard ,yang maennya namanya Mas Sigit guru komputer :B.
Terus ada juga band dari kelas 8b yang namanya "Dis Gusting" semua personilnya cowok, kecuali vokalisnya Ayu. Mereka nyanyiin lagu apa yaa?lupa aku. yang aku inget lagunya dari Stinky-Mungkinkah.
Band anak kelas 7 juga ada, mereka perwakilan dari kelas 7d. Namanya "The Phoenix" kayak nama burung yang di Harry Potter. Mereka nyanyiin lagu dari Bondan-RIP + Bunga haha kereeeen juga :B
Owinya, tau nggak? dipensi itu ada orang yang nggak aku harapkan untuk dateng!! Ocidaak >,< malah dateng. Tau nggak siapa?? Si Jelangkung itu!! Hasss. Gek sama pacare, ckck padahal aku nggak mau ketemu. hzzz bikin bete!! sumpah deh, demi rambut-nya yang bisa di rebonding haha. I'm sorry :P
OOOOOOOHH IYA tema pensi kita kali ini, cukup nyambung ke pelajaran IPA nih
"Warna Kita Akan Berbeda, Tapi Ingat Pelangi Yang Satukan Kita" Bagus ya??!! iyalahh siapa dulu yang buat... ...bukan anggota OSIS sihh -___- haha yang buat ya guru IPA kita dongs, Pak Herman.
ni panggungnya .hehe pengen upload lagi tapi internetnya tehekk :P cukup deh   yaaa .