Senin, 13 Februari 2017

Bukankah yang bermanfaat jauh lebih baik?

kepada lelaki paruh baya,
yang lupa akan nasehatnya sendiri

tiga hingga enam tahun lalu, kala aku masih sakit sakitan sering kali kau berkata, "jangan keseringan sakit, sehat itu mahal Nak."

tiga hingga enam tahun lalu, kala aku sedang labil labilnya kau juga beriku nasehat, "jalani apa yang kamu suka, tetapi jika ada manfaatnya jauh lebih baik, Nak."

tiga hingga enam tahun lalu, kala aku tak tau jalan mana yang akan kupilih, "diskusikanlah denganku dan dengan ibumu, pun saudarimu."

terlalu banyak yang kau bicarakan, terlalu banyak kata sulit dipercaya, terlalu banyak janji tak ditepati.

Pak, sikap abai ini karena aku masih peduli.
Pak, jika tidak bermanfaat maka pulanglah.
Pak, jika hal itu merusak tubuhmu maka tinggalkanlah.

Bukankah yang bermanfaat jauh lebih baik?

masih dengan kasih sayang yang sama,
putrimu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar